Pages

Welcome >>> Hi >>> selamat datang semoga bermanfaat
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Saturday, February 25, 2012

Menetapkan Tujuan yang jelas dan Mantap

            Aktivitas tidak sama dengan produktivitas. Dalam hidup ini kita sering kali mengabaikan apakah yang kita lakukan merupakan aktivitas ataukah produktivitas. Kita sering terjebak dalam aktivitas, tanpa produktivitas, karena kita tidak menentukan tujuan yang jelas dalam hidup kita.


Prinsip dalam menentukan tujuan :


  • dalam kata-kata positif
  • spesifik
  • tertulis


Tujuan harus Dirumuskan Secara Positif


          Tujuan atau goal harus dirumuskan dalam kata-kata positif, karena otak bawah sadar kita yang paling dalam tidak mengenal kata " tidak".

Ketika ditanya, " Apa tujuan Anda?", perkiraan kasar saya 70% dari orang yang kita tanya akan kebingungan, karena mereka tidak punya tujuan; 20% mempunyai tujuan, tapi dirumuskan dalam kata-kata negatif; dan hanya sekitar 10 % yang mempunyai goal dalam kata-kata positif.

Ketika orang mempunyai goal dalam kata-kata negatif --Seperti," Saya tidak mau miskin dan tidak mau gagal"--apa yang terjadi? Orang tersebut malah menjadi miskin dan gagal. Dalam seminar sering kali saya memberi contoh dengan menyuruh orang untuk menutup mata dan saya mengatakan, " Bapak ibu tidak boleh membayangkan, jangan membayangkan, dilarang total membayangkan, sama sekali tidak boleh membayangkan.....seekor gajah!, Apa yang terjadi? Semua peserta malah membayangkan gajah. Sekarang anda coba menutup mata dan jangan sekali-kali membayangkan gajah!.

Karena itu, goal harus dirumuskan dengan kata-kata yang positif. dan lebih bagus lagi dalam bentuk kata-kata " Sudah" dan tambahkan kata-kata positif secara emosi.  Contoh     :


  • Dengan gembira dan sangat senang hati saya......( tulis nama anda) sudah mempunyai penghasilan.....( tulis penghasilan yang Anda inginkan) per bulan, sejak tanggal.....( tulis tanggal yang anda inginkan)."
  • "Dengan gembira dan senang hati serta semangat yang luar biasa, saya sudah pindah rumah baru seluas....( tulis luas yang Anda ingingkan), di lokasi.....( tulis lokasi yang Anda inginkan), sejak tanggal.....(tulis tanggal yang Anda ingingkan)."


Tujuan Harus Spesifik



Ketika mau tidur pernahkan Anda mengatakan, " Besok aku bangun jam 5 pagi!" dan ternyata besok pagi tanpa melihat jam, Anda bangun tepat jam 5 pagi!". saya dan banyak orang mengalami hal seperti itu. Hal ini bisa terjadi karena otak bawah sadar kita tetap bekerja, walaupun kita tidur. Otak bawah sadar ini selalu mengejar tujuan dan tidak membantah bila tujuannya spesifik, jelas dan mantap.


Memakai Incantation

           Arti harfiah dari incantation adalah mantra, dan kadang-kadang orang lain menyebut afirmasi. Ketika anda mengulangi satu kalimat dengan emosi yang kuat, Anda akan mulai mempercayainya. Dan hasilnya akan lebih hebat lagi bila kita mengulangi kalimat tersebut dengan emosi yang kuat sambil bergerak. Gunakan kekuatan dari incantation ini dengan menggunakan satu yang paling membantu Anda,




Contoh Incantation     :





  • Apapun yang terjadi, saya akan bertambah kuta dan kuat.
  • Semua yang saya perlukan sudah ada pada diri saya.
  • Akhirnya, masa lalu berlalu, Sekarang saya bebas dan merdeka dari masa lalu. Sekarang adalah waktu untuk mecintai diri saya dan menikmati hidup.
  • Setiap jari saya bertambah sehat, bertambah kuat dan tambah kaya.
  • Setiap badai pasti berlalu dan saya akan tumbuh semakin kuat dan kaya.
  • Tidak ada kata gagal; yang ada hanya sukses atau belajar.
  • Saya pasti bisa kalau saya mau, dan saya punya kemamuan yang sangat kuat. 




                 Ulangi setiap hari,  ambil waktu tertentu untuk mengulangi incantation Anda dengan penuh emosi sambil lari pagi atau mandi. Contoh orang yang menerapkan incantation adalah Mohammad Ali. Sebelum bertinju, dia berkali-kali mengulangi kata-kata dengan penuh emosi, " Saya KO dia ronde ke 3 !" Bahkan ketika bertinju, dengan mantap dan penuh emosi Mohammad Ali mengatakan " Saya KO kamu pada ronde ke 3!" Sering kali terjadi bahwa lawannya benar-benar KO pada ronde ketiga atau bahkan ronde sebelumnya.


Contoh lain adalah Tiger Wood, Kamarnya penuh dengan tulisan, gambar, dan rekor-rekor golf dari pegolf yang sudah ada. Sebelum tidur dan setiap kali bangun tidur, Tiger Wood melakukan incantation dengan mengatakan," Saya pecahkan rekormu!" dengan berulang-ulang dan penuh perasaan. Setiap satu rekor terpecahkan, tulisan atau rekor tadi dicoret. Kini hampir semua tulisan dan gambar rekor di kamarnya sudah dicoret.


Apa incantation Anda ?



Saturday, February 18, 2012

Cara Mempunyai Keyakinan yang Benar dan Bulat

Ada dua cara agar kita bisa memiliki keyakinan yang benar dan bulat, yaitu    :



  • Mengubah keyakinan secara sadar
  • Memakai incantation


Mengubah Keyakinan Secara Sadar


Kalau kita mengubah keyakinan secara sadar kita harus mendaftar terlebih dahulu keyakinan-keyakinan yang selama ini menghambat kita untuk menjadi kaya. 
Kemudian kita ubah keyakinan yang tidak menguntungkan kita dengan sengaja menjadi yang benar atau mendukung kita menjadi kaya. Stiap kita ingat keyakinan yang salah tersebut dengan cepat kita bantah sendiri," Tidak benar, yang benar adalah....( sebutkan keyakian Anda yang benar)






          




Keyakinan yang   salah           Keyakinan yang Benar
Uang adalah akar dari segala kejahatanTidak punya uang adalah akar dari segala kejahatan
Saya harus bekerja keras untuk menjadi kaya Saya harus kerja cerdas untuk
 jadi kaya, dan kalau saya kerja 
cerdas dan keras saya akan lebih cepat kaya.
Cari kerja itu susah Cari kerja itu mudah kalau tahu caranya
Orang mati tidak mebawa uang, untuk apa mencari banyak uang. Benar, uang tidak dibawa mati, 
tapi uang yang banyak dan 
pengobatan yang tepat bisa menyelamatkan 
dari kematian


Benar uang tidak dibawa mati, 
untuk itu saya mau meninggalkan
 warisan yang banyak. 
(Mohon kejujuran Anda, Anda ingin meninggalkan warisan sedikit atau banyak?
Uang bukan segalanya. Tapi segalanya butuh uang.
Uang tidak bisa membeli cinta. Apalagi kalau tidak punya uang.


Betul, orang tidak bisa membeli cinta, mungkin karena tidak tahu tempatnya....
Karena uang orang malah putus bersaudara Karena kurang uang orang perang saudara, rebutan warisan, dll.(Misal,
bila kita punya uang Rp. 100 milliar, dan warisannya Rp.100 juta,sudah pasti kita tidak akan berebut).
Uang tidak bisa menyelesaikan masalah Apalagi kalau tidak punya uang


Betul, kadang uang tidak me-
nyelesaikan masalah, tapi dengan
yang banyak kita bisa menhadapi
masalah dengan gaya tersendiri.
Cari uang itu sulit. Bagi yang tidak tahu caranya.
Hemat pangkal kaya. Hemat dihal yang tepatlah yang membuat
kita kaya.
Orang kaya itu pelit. Itu orang lain,kalau saya, semakin kaya,saya akan semakin sosial. 
Orang kaya jahat. Itu orang lain, saya akan menjadi orang kaya yang baik hati.
Orang kaya hidupnya tidak bahagia. Itu orang kaya yang goblok, banyak kok orang kaya dan bahagia.
Saya tidak mungkin bisa kaya. Itu dulu, sekarang saya yakin 
saya bisa kaya.
Saya yakin Tuhan menginginkan 
saya kaya, selama saya kaya dengan cara membuat kebaikan dan nilai tambah untuk orang banyak serta Tuhan.
Daya tidak berbakat untuk menjadi orang kaya. Kaya itu bukan bakat, kaya itu hasil
usaha yang cerdas dan keras. Dan
saya mau berusaha dengan cerdas dan
keras, maka saya pasti kaya.
Saya tidak mampu membelinya, itu hanya untuk orang-orang kaya Karena saya perlu, maka akan saya cari, saya pasti bisa membelinya.
Butuh modal besar untuk usaha besar. Itu bohong, buktinya saya melihat, saya menyaksikan, saya mendengar banyak cerita orang dengan modal 0 atau bahkan minus bisa mempunyai usaha yang besar.


Untuk punya usaha besar hanya dibutuhkan ide dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain.
.............................isi sendiri keyakinan anda disini................................................ ...............................................................
......................................................... ...............................................................

Mulai hari ini, setiap terlintas keyakinan yang negatif di dalam otak kita, kita hasru segera menimpali, " omong kosong!" Kemudian lanjutkan dengan kalimat keyakinan kita yang baru, yang positif dan mendukung keberhasilan kita.

Satu contoh keyakinan yang sering kali membebani orang untuk menjadi kaya adalah satu ayat disebuah kitab suci yang menyatakan " Lebih mudah onta masuk lubang jarum daripada  orang kaya masuk ke Surga".


Paul Zane Pilzer dalam bukunya God Wants You to be Rich menyatakan bahwa sering kali ayat tersebut diambil secara salah ; diambil dari konteksnya dan ditempatkan sebagai prinsip umum secara tidak kritis. Yang buruk dan karena itu ditentang adalah orang yang kaya dengan cara merugikan orang lain; kaya yang tidak memiliki kepedulian terhadap sesamanya. Salah satu panggilan hidupp kita adalah untuk saling peduli. Karena itu sungguh baik bila kita menjadi orang kaya yang merasa mempunyai kewajiban untuk menolong sesama, dan membantu orang miskin untuk meringankan beban mereka. Nabi Abraham atau Ibrahim, Nabi sulaiman, Nabi Ayub, serta nabi Muhammad s.a.w adalah orang yang kaya. Selain memiliki iman yang kuat kepada Tuhan, mereka membuat nilai tambah atau mendatangkan manfaat bagi orang lain. Mereka bercocok tanam, membuat satu butir gandum menjadi ribuan; 2 ekor domba menjadi puluhan; ratusan; dan seterusnya.


Jadi bila kita mempunyai keyakinan bahwa, " orang kaya sulit masuk surga", karus kita tambahkan " Betul itu orang-orang kaya yang merugikan orang lain; saya menjadi kaya dengan membuat nilai tambah serta kebaikan untuk orang banyak dan Tuhan".
Atau tambahkan, " Tuhan berkarya lebih mudah dan lebih menyentuh banyak orang melalui orang kaya, dan saya mau menjadi orang kaya yang menjadi tangan Tuhan".


Kalimat tadi memang bisa dibantah." Tuhan bisa lebih efektif bekerja lewat orang miskin. Buktinya Mother teresa miskin tapi Tuhan berkarya melalui dia dan menyentuh banyak orang. Dengan uang disaku vuma $2, Mother Teresa bisa membangun rumah sakit senilai $ 2 juta,"
         Kalau anda mau menrima logika seperti itu,ya anggap saja itu sebagai pengecualian, dan berkat Tuhan. Kita boleh menjadi 0,000001% orang kaya yang miskin tapi menjadi tangan Tuhan dan menginspirasi orang banyak untuk berbuat baik. Tetapi banyak orang sudah miskin, tidak menjadi tangan Tuhan, tidak menginspirasi orang banyak, malah penuh hutang, sering ngemplang lagi!


          Kalau anda mau lebih kritis lagi, mari kita pikirkan hal itu. Mother Teresa hanya punya uang $ 2 disaku, tapi bisa membangun rumah sakit senilai $ 2 juta. kira-kira $ 2 juta itu datang dari mana? jelas bukan dari $ 2 yang beranak-pinak, tapi dari kantong orang yang punya dan rela untuk menyisihkannya. Jadi, kalau kita ini adalah " orang kaya yang punya hati dan peduli", kita akan bisa membuat orang-orang seperti Mother Teresa lebih efektif untuk melakukan misi kemanusiaan.


           Hidup ini penuh pilihan, tidak perlu diperdebatkan. Anda boleh memilih kalau kemiskinan selama dengan itu anda menjadi tangan Tuhan da menginspirasi orang banyak seperti Mother Teresa. Anda juga boleh menjadi kaya, menjadi tangan Tuhan dan menyentuh hidup orang banyak dengan beramal seperti orang yang menyumbang US$ 2 juta bagi misi kemanusiaan yang dimotori oleh Mother Teresa. Sekali lagi hidup adalah pilihan, dan karena itu pilihlah secara sadar.

Thursday, February 16, 2012

Keyakinan yang Tepat Meningkatkan Keberuntungan

Di Inggris Dr. Ricard Wiseman melakukan penelitian terhadap 1000 orang yang sebelumnya sudah disurvei dan dibagi dua : satu kelompok orang yang sangat beruntung, dan satu lagi kelompok orang yang sangat tidak beruntung. Kemudian semua orang itu diminta untuk membeli lotere. Dari 700 orang peserta yang membeli lotere, diperoleh hasil sebagai berikut: 36 menang dan jumlahnya seimbang, yaitu termasuk 18 orang termasuk dalam kelompok yang merasa beruntung, dan 18 orang lainya termasuk dalam kelompok, yang tidak merasa beruntung. Dan 36 orang pemenang tadi hanya 2 orang yang berhasil menebak 4 angka denga tepat. Satu dari orang yang merasa beruntung: satu dari orang yang merasa tidak beruntung. Pada pembeli unduain tadi, baik yang merasa beruntung maupun yang tidak beruntung, masing-masing membeli 3 tiket dan cocok satu angka disatu tiket, dan rudi sekitar 2,5 poundsterling. Eksperimen ini melibatkan ratusan orang danloterenya dilakukan secara acak oleh National Lottery di Inggris, dan tidak bisa ditebak. Jadi mestinya apabila orang yang merasa beruntung betul-betul diberi nasib yang lebih baik dari langit, merekan akan memenangkan junlah uang yang lebih banyak dan jumlah kemenangan yang lebih tinggi. Nyatanya, datanya seperti itu, walaupun penelitian awal yang dilakukan oleh Dr. Wiseman menunjukan bahwa kepercayaan diri orang-orang yang merasa beruntung untuk memenangkan lotere dua kali lebih besar daripada orang yang merasa tidak beruntung.


Jadi dalam hal situasi acak seprti lotere, peran keyakinan sangat kecil. Hasil yang dicapai oleh orang yang mempunyai keyakinan tinggi sama dengan hasil yang dicapai oleh orang yang mempunyai keyakinan rendah. Tetapi hidup tidak seprti lotere, seringkali dalam kehidupan keyakinan kita akan membuat perbedaan. Kenapa ? Kalau kita mempunyai keyakinan yang kuat bahwa pasti berhasil, kita akan termotivasi untuk melakukan tindakan, sedang orang yang tidak yakin berhasil sering kali sudah menyerah sebelum bertindak atau bahkan tidak bertindak sama sekali.


Ketika orang memiliki keyakinan pasti berhasil, dia akhirnya pasti berhasil, karena orang ini akan berjuang lebih keras. Kalaupun mengalami kegagalan, dia akan bangun terus sampai akhirnya sungguh-sungguh berhasil. Sebaliknya, orang yang tidak yakin bahwa akhirnya dia pasti berhasil akan mudah menyerah sebelum dia berhasil.


Sekedar coontoh, kalau orang merasa yakin bahwa dia berbakat untuk memanah, dia mau mencoba melakukan tindakan, yaitu memanah, sebaliknya, orang yang tidak yakin bahwa dia tidak bisa memanah tidak akan mencoba sama sekali. Secara ilmiah, orang yang mau mencoba memanah tadi mungkin kena. Mungkin luput, tapi yang tidak memanah sama sekali sudah luput 100%. Demikian juga orang yang yakin, yang akhirnya berhasil, dia akan mencoba terus sampai akhirnya panahnya mengenai sasaran. Dan akhirnya dia jadi ahli memanah sesuai dengan keyakinannya. Sedangkan orang yang tidak yakin bahwa akhirnya akan berhasil mungkin akan mencoba satu, dua kali, kemudian menyerah, dan akhirnya benar-benar tidak berhasil. Sesuai dengan keyakinannya, dia akan bisa atau tidak berbakat memanah. Contoh lain Tiger Wood pegolf nomor satu didunia. Apakah dia lahir begitu saja dengan bakatnya yang luar biasa, sehingga tanpa latihan lansung bisa menjadi nomor satu didunia? Ternyata Tiger Wood berlatih lebih lama dan lebih banyak dibandingkan pegolf manapun. Ketika pegolf  yang lain tidur, Tiger Wood sudah berada dilapangan, dan memukul minimal 1000 bola!


Hal ini menerangkan kenapa hidup orang yang merasa beruntung benar-benar lebih sukses dan lebih bahagia, karena dia mengambil tindakan ke arah keberuntungannya dia.


Kesimpulannya, keyakinan seseorang tidak akan meningkatkan keberuntungan dalam situasi acak, sukses dan bahagia, tetapi keyakinan seseorang akan meningkatkan keberuntungannya dalam hidup karena keyakinan tersebut akan membuat dia bertindak lebih banyak, lebih persisten, lebih tepat, dibandingkan orang yang tidak yakin. Dengan demikian, potensi yang digunakan lebih besar, sehingga hasilnya akan lebih besar.


Sebuah cerita bisa memberi ilustrasi prinsip tadi. Ada seorang dukun indian desa A yang ahli mendatangkan hujan, tetapi dia kadang berhasil, kadang tidak berhasil mendatangkan hujan. Pada suatu hari dia mendengar bahwa ada satu dukun didesa B yang 100% berhasil mendatangkan hujan. Dengan penesaran dukun desa A berjalan selama satu bulan, untuk berkunjung kepada dukun desa B yang terkenal 100% pasti berhasil mendatangkan hujan.


Dengan perasaan lega dukun desa A akhirnya ketemu orang yang dia cari, lalu bertanya. " Saya dengar kamu selalu berhasil mendatangkan hujan, bagaimana caramu?"


Dijawab dukun desa B," Saya melakukan ritual tari-tarian tertentu untuk mendatangkan hujan."  Kemudian dukun desa A meminta dukun desa B untuk melakukan tarian ritual tersebut. Setelah belajar, dukun desa A pulang dan mempraktikkan cara tersebut didedanya. Hasil tetap sama, kadang berhasil, kadang tidak berhasil. Karena itu, dengan penasaran dukun A berjalan lagi selama sebulan kedesa B. dan ketika bertemu dengan dukun desa B, dukun desa A bertanya."saya sudah melakukan ritual tarian tersebut, tapi tetap saja kadang berhasil, kadang tidak. Bagaimana kamu bisa 100% berhasil?"


Dukun desa B menjawab, " Oh itu ? Saya hanya melakukan ritual tarian itu, tapi saya terus menari sampai hujan datang...."


Resep ajaib, kalau kita yakin pasti bisa, dan akhirnya pasti bisa, kita akan bertindak terus menuju hasil yang kita inginkan. Karena itu, dibanyak kesempatan kita benar-benar bisa dan berhasil mencapai apa yang kita inginkan.

Wednesday, February 15, 2012

Darimana Datangnya Keyakinan ?

           Keyakinan datang dari pengalaman kita, dari apa yang kita baca, apa yang kita dengar, dan apa yang kita rasakan. Baik secara sadar maupun secara tidak sadar, keyakinan itu selalu melandasi cara kita berfikir, berbicara, dan betindak di masa sekarang serata masa depan. Dan sering kali apa yang kita yakini menjadi kenyataan.


Ada siklus antara keyakinan, tindakan, potensi yang kita pergunakan dan hasil, sebagaimana dapat dilihat dari Diagram 1 :



diagram 1

Diagram 1 menggambarkan bahwa hasil yang kita rasakan dimasa lalu, baik yang kita alami, kita dengar maupun kita rasakan, ataupun yang kita lihat, membuat kita yakin. Apabila kita yakin bahwa kita bisa mencapai hasil yang kita sasar, tindakan kita semakin banyak dan sungguh-sungguh. Ketika tindakan kita banyak dan sungguh-sungguh, potensi yang kita gunakan semakin besar. Semakin besar potensi yang kita gunakan, hasil nya semakin besar pula. Dan semakin besar hasilnya, kita semakin yakin.


Demikian sebaliknya, ketika hasil tidak kita bagus, keyakinan kita akan mengecil, semakin kecil keyakinan kita, semakin sedikit tindakan kita dan tidak kita lakukan dengan sungguh-sungguh. Semakin sedikit tindakan dan kesungguhan kita, semakin sedikit potensi yang kita gunakan, semakin kecil hasil nya, semakin yakin pula bahwa kita tidak mampu.

                   banyak orang untuk seumur hidupnya, sejak dia mulai lahir, besar, sekolah, lulus sekolah, bekerja, pacaran, menikah, punya anak, membesarkan anaknya, menyekolahkan anak nya, sampai anaknya bekerja dan akhirnya yang bersangkutan punya cucu, sampai akhirnya pensiun, sampai meninggal dunia, tanp menyadari bahwa hidupnya dijajah oleh keyakinan yang timbul dari pengalaman masa lalu, omongan orang lain yang melemahkan, atau cerita dari film sinetron yang tidak benar. Orang seperti ini tidak pernah meluangkan waktu untuk memilih keyakinannya secar sadar. Dia mungkin memilih baju yang dia pakai, memilih makanan apa yang dia makan, tetapi tidak pernah memilih hal-hal yang paling penting dalam hidupnya. Termasuk dalam hal ini adalah keyakinannya.

Dikatakan oleh Anthony Robbins, " The past does not equal the future"
Masa lalu tidak sama dengan masa depan.

Ada orang yang merasa berbakat atau tidak berbakat terhadap sesuatu hal, misalnya matematika. Apakan otak atau tubuh mereka begitu berbeda ? jawab nya secara umum adalah tidak. Bisa terjadi bahwa yang membuat seseorang merasa tidak berbakat hanya sebuah pengalaman kegagalan kecil di masa lampau. Bayangkan bahwa ada anak sewaktu kecil belum diajari konsep angka 1,   2,   3....., kemudian ketika masuk sekolah ternyata teman-teman yang lain sudah diajrai konsep itu, dan mungkin gurunya mengajar dengan cara yang salah, kemudian ketika ujian anak itu mendapat nilai 2 dari maksimal angka 10. Apa yang terjadi ? karena hasil yang dianggap buruk itu dia mungkin menyimpulkan dalam hatinya bahwa dia tidak berbakat matematika.

               Karena kesimpulannya itu hidup dalam batinnya sebagai keyakinan, siklusnya masih berlanjut. Karena merasa tidak berbakat matematika, ketika pelajaran dan ujian matematika berikutnya dia malas-malasan dan ogah-ogahan sehingga waktu ujian potensi yang digunakan semakin kecil dan hasilnya semakin jelek. Dan ketika hasilnya semakin jelek, dia semakin yakin lagi bahwa dia tidak berbakat matematika. Ketika mendapatkan hasil yang jelek, 97% orang akan semakin loyo. Hanya 3% saja yang merasa tertantang untuk bertindak, untuk belajar atau berusaha lebih banyak.

                Ada satu cerita tentang orang Singapura yang bernama Adam Khoo. Pada umur 26 tahun dia mempunyai empat bisnis yang ber omzet US$ 20 juta. Ketika umur 12 tahun Adam dicap sebagai orang yang malas, bodoh, agak terbelakang dan tidak ada harapan. Ketika masuk SD, dia benci membaca, mau nya hanya main game komputer dan nonton TV. Karena tidak belajar, banyak nilai F yang membuat dia semakin benci kepada guru nya, benci belajar, bahkan juga benci terhadap sekolah.

                  Saat duduk dikelas 3 dia dikeluarkan dari sekolah, dan pindah ke sekolah yang lain. Ketika mau masuk SMP, dia ditolak 6 sekolah, dan akhirnya masuk sekolah yang terjelek. Disekolah yang begitu banyak orang bodohnya dan tidak diterima disekolah yang baik itu, Adam Khoo termasuk yang paling bodoh. Diantara 160 murid se angkatan, Adam Khoo menduduki peringkat 10 terbawah. 
                  Orang tuanya panik dan mengirim dia kebanyak les, tapi hal itu tidak menolong sama sekali. Disebuah sekolah dengan nilai 0 - 100, rata nilainya adalah 40. Bahkan guru matematikanya pernah mengundang ibunya dan bertanya." Kenapa di SMP kelas 1, Adam Khoo tidak bisa mengerjakan soal kelas 4 SD ?"

Pada umur 13 tahun, Adam Khoo dikirim ke Super-Teen Program yang diajar oleh Ernest Wong, yang menggunakan teknologi Accelerated Learning, Neuro Linguistic Programming ( NLP) dan Whole Brain Learning. Sejak saat itu keyakinan Adam Khoo berubah. Ia yakin bahwa dia bisa. Ditunjukan oleh Ernest Wong bahwa semua orang bisa menjadi Genius dan menjadi pemimpin walaupun awalnya goblok sekalipun. Diaktakan oleh Ernest Wong, " Satu-satunya hal yang bisa menghalangi kita adalah keyakinan yang salah serta sikat yang negatif." Kata-kata ini mempengaruhi Adam Khoo. Dia akhirnya memiliki keyakinan bahwa kalau ada orang yang bisa mendapatkan nilai A, dia juga bisa. Selama ini Adam Khoo bodoh, karena dia masih muda, naif, dan menerima sepenuh hati kata-kata orang lain yang negatif.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Adam Khoo berani menentukan targetnya, yaitu mendapatkan nilai A semua. Dia menentukan Goal jangka pendeknya, yaitu masuk ke victoria Junior College ( SMA terbaik di Singapura), tujuan jangka panjang nya masuk national University of Singapore dan menjadi murid terbaik disana. Ketika kembali kesekolah,  Adam Khoo langsung take action dengan menempel kata-kata motivasional yang digambar sendiri dan belajar menggunakan cara belajar yang benar ( yang selama ini tidak diajarkan disekolah manapun), Menggunakan teknik membaca cepat, dan mencatat menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan teknik super memori, dan Adam khoo ditanyai oleh gurunya, dia bisa menjawab dengan tepat.

Ketika teman-teman dan gurunya bertanya apa yang akan dia raih, dijawab oleh Adam Khoo bahwa dia akan menjadi ranking  No. 1 disekolahnya, masuk victoria Junior College dan National University Of Singapore. Bukanya jadi loyo karena ditertawakan, Adam Khoo malah semakin tertantang untuk semakin bekerja dengan cerdas dan keras untuk mencapau impianya dan mengubah sejarah.  Dalam waktu tiga bulan rata-rata nilainya naik menjadi 70.
Dalam satu tahun, dari rangking terbawah dia menduduki rangking 18. Dan ketika lulus SMP, dia menduduki ranking 1 denga nilai Ebtanas Murni A semua untuk 6 mata pelajaran yang di uji, dia kemudian diterima di Victoria Junior College dan mendapatkan nilai A bulat untuk tiga mata pelajran favoritnya. Akhirnya dia diterima Di National University of Singapore (NUS) dan karena di universitas itu dia setiap tahun jadi juara, kahirnya Adam Khoo dimasukkan ke NUS Talent Development Program. Program ini diberikan khusu kepada TOP 1% mahasiswa yang dianggap jenius.

Bagaimana seorang yang tadi nya dianggap bodoh, agak terbelakang, dan tidak punya harapan, serta menduduki ranking terendah dikelasnya bisa berubah, menjadi juara kelas dan dianggap jenius,? Nah, Anda sudah tahu apa yang dikatakan oleh Ernest Wong. " Yang menghambat kita adalah keyakinan yang salah dan sikap yang negatif". Kesuksesan Adam Khoo pertama datang dari perubahan keyakian yang salah menjadi keyakinan  yang tepat ( dari keyakinannya " saya bodoh, lulus saja susah" menjadi " kalau orang lain bisa mendapatkan A, saya juda bisa!").

Kunci suksesnya yang kedua adalah bahwa dia mempunyai tujuan yang mantap( " Nilai saya harus A semua, juara I, masuk Victoria Junior College, masuk NUS dan menjadi terbaik disana").

Kunci sukses kyang ketiga adalah bahwa dia mempunyai alasan yang sangat kuat. dia bahkan mengucapkan Public commitment di depan taman-teman, bicara didepan kelas dan ditertawakan. Akibatnya, kalau tidak dapat nilai A, dia akan malu luar biasa, sedangkan bila mendapat nilai A, dia akan bangga luar biasa.

Kunci sukses yang keempat adalah bahwa dia mempunyai strategi yang tepat untuk belajar, Dia menggunakan teknik membaca capat, cara mencatat menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan teknik super memori.

Buku ini akan membahas bagaimana cara mempunyai keyakinan yang tepat untuk menjadi kaya, mempunyai tujuan yang mantap dan jelas, mempunyai alasan yang sangat kuat, dan mempunyai strategi yang tepat untuk menjadi kaya.
    


Sunday, February 12, 2012

Pentingnya Keyakinan yang Benar

                    Keyakinan bisa membuat orang sakit, membuat orang mati, bisa mmebuat orang membunuh orang, bisa membuat orang miskin, bisa membuat orang kaya.
Sering kali kita tidak tahu keyakinan ini datang darimana, dan mungkin sudah mendarah daging dalam alam bawah sadar kita. Mungkin kita hanya pernah mendengar, dan logika kita tidak begitu peduli, tetapi karena alam bawah sadar kita terpengaruh, keyakinan itu menjadi kenyataan bagi kita.


Contoh  : Semasa kuliah, ketika saya mempelajari sebuah buku tentang kekuatan kata-kata untuk mempengaruhi orang, saya janjian dengan dua rekan saya untuk mempraktikkan prinsip yang sedang kami pelajari pada satu teman kami, sebut saja namanya Anto, Anto tidak tahu apa yang kami rencanakan. Waktu Anto datang ke kampus, teman saya menyambut dengan kata-kata, " Eh, Anto, kamu kok kelihatan pucat!"
Ketika saya sedang memimpin rapat disenat, saya hentikan sejenak dan didepan teman-teman yang lain saya berkata, " To, kamu kelihatan pucat!"


                   Teman anto yang duduk disebelah anto melihat dan mengatakan " Betul, kamu kelihatan pucat!"
Anda tahu apa yang terjadi ? Selesairapat senat, anto tidak langsung masuk kuliah dan pulang dengan alasan sakit. Dan yang lebih aneh lagi adalah kejadian esok harinya. Kami tertawakan dia itu, " Kemarin kamu kami kerjain lho. Kamu kami bilang sakit, padahal kamu tidak sakit, eh...kamu malah sakit sungguhan!" Apa jawaban Anto ? Ternyata dia menjawab dengan penuh keyakinan, " Lho..kemarin aku sakit beneran kok!"




Dari contoh tersebut jelas sekali bahwa sesuatu yang masuk kedalam diri kita dan kita yakini mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk mengubah kita. Input yang salahpun, kalau kita yakini, bisa menjadi kenyataan. Karena itu, kita perlu selektif dan hanya memasukkan hal-hal yang mendukung kita dalam sistem keyakinan kita.


                  Seperti yang telah dijelaskan didepan, otak manusia seperti besi atau magnet. Bila keyakinan kita tentang uang saling berlawanan, tanpa sadar kita akan menjauhi uang atau netral terhadap uang. karena itu, untuk menjadi kaya kita harus mengubah keyakinan kita yang negatif terhadap uang menjadi keyakinan yang bersifat positif.











Keyakinan Benar dan bulat untuk Menjadi Kaya

  Apa itu Keyakinan   ?




            Yang dimaksudkan keyakinan disini adalah sesuatu yang kita yakini dan hidup didalam batin kita, yang entah secara sadar atau tidak, menentukan sikap-sikap dan tindakan kita.
Keyakinan seperti itu bisa terwujud " aturan atau hukum yang menyatakan sebab akibat". yang hidup didalam hati atau dalam benak kita. Misalnya    :

  • Bila usulan saya ditolak tiga kali, maka saya tidak perlu usul lagi.
  • Bila saya mau kaya, maka saya harus kerja keras.
  • Bila saya kurang tidur, maka saya akan loyo.
  • Bila tidak memiliki gelar sarjana, maka jangan harap bisa jadi manajer.


         Dengan demikian sengaja susunan " Bila...maka..." ditegaskan disini, walau secara ketatabahasaan salah. Dalam bentuk lain, " aturan dalam hati" itu bisa saja tampil seperti   :


  • Kalau tiga temanku yang lebih pandai daripadaku saja gagal menjalankan bisnis seperti itu, mana mungkin aku bisa berhasil ?
  • Keluargaku bukan pedagang, maka tak heran bila aku tak cocok di marketing.


                 keyakinan disini juga bisa berarti, "identitas" atau " rumusan global menganai sesuatu" atau " pertanyaan mengenai sesuatu" yang hidup didalam hati atau benak kita, dan mempengaruhi sikap maupun tindakan kita.  Misalnya   :



  • Hidup adalah perjuangan.
  • Uang adalah sumber dari segala masalah.
  • Saya adalah orang yang tidak berbakat sales.
  • Saya adalah orang yang beruntung.

Menuju Absolute finacial freedom

          Sebelum membahas bagaimana semua orang bisa kaya, kita harus sepakat terlebih dahulu mengerti definisi kaya. Kaya adalah relatif. sebagian orang merasa kaya ketika mempunyai uang sepuluh juta rupiah. Sebagian orang merasa tidak kaya walaupun sudah memiliki uang sepuluh miliar rupiah. Menurut majalah Forbes orang kaya adalah mereka yang sekurang-kurangnya mempunyai penghasilan 1 juta dollar Amerika setahun.

Robert T. kiyosaki memiliki pendapat lain. Dia mengutip dari gurunya Buckminster Fuller dan mengatakan bahwa orang kaya tidak diukur dari berapa besar active income. Orang disebut kaya apabila passive income-nya lebih besar daripada biaya hidup. Yang dimaksud passive income disini adalah uang yang masuk tanpa harus bekerja.

         Sebagai ilustrasi dikemukakan Mike Tyson. Dia menghasilkan US$ 300 juta sewaktu bertinju, tapi ditahun 2001 dia menyatakan bangkrut dan lasih punya utang sebesar us$ 35 juta. karena itu, Mike Tyson tidak digolongkan sebagai orang kaya. Termasuk pula dalam kategori orang yang tidak kaya adalah orang-orang yang punya penghasilan US$ 1 juta setahun namun pengeluarannya US$ 1,2 juta setahun.

              Anthony Robbins mempunyai pendapat lain lagi, baginya ada 6 tahap, yaitu   :


  1. Financial Protection adalah suatu kondisi keuangan dimana kita mempunyai cukup uang untuk memenuhi pengeluaran bulanan minimum, untuk 2 bulan sampai 24 bulan tanpa harus bekerja.
  2. Financial Security adalah suatu kondisi keuangan dimana kita mempunyai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya dapat mencukupi kebutuhan dibawah ini tanpa ahrus bekerja lagi, kecuali bila kita memilih untuk bekerja. Kebutuhan tersebut adalah  :   1). angsuran rumah, 2). biaya makan, 3). listrik,  4).transportasi   5). asuransi,  6). pajak ( contoh : pajak bangunan).
  3. Financial Vitality adalah seuatu kondisi keuangan dimana kita mencapai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya tidak hanya bisa mencukupi kebutuhan pada tingkat Financial Security melainkan juga bisa mencukupi kebutuhan dibawah ini, tanpa harus bekerja, kecuali bila kita memilih untuk bekerja. kenutuhan tersebut adalah : 1). Pendidikan,  2). kebutuhan hiburan dan entertainment ( minimal 50% dari yang kita nikmati sekarang ). 3). membeli baju baru atau satu-dua barang mewah yang masuk akal.
  4. Financial Independence adalah suatu kondisi keuangan dimana kita mencapai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya mencukupi kebutuhan kita untuk hidup persis dengan gaya hidup kita yang sekarang, tanpa harus bekerja lagi seumur hidup kita. Dengan kata lain kita bebas tidak bekerja.
  5. Financial Freedom adalah suatu kondisi keuangan dimana kita mencapai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya mencukupi kebutuhan kita untuk hidup dengan gaya hidup yang kita inginkan.
  6. Absolute Financial Freedom adalah suatu kondisi keuangan dimana kita mencapai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan karena itu kita yakin bahwa kita bisa melakukan secara nyata apapun yang kita inginkan, kapanpun kita inginkan, kemana pun kita inginkan, dengan siapapun kita inginkan, sebanyak dan selama yang kita inginkan, dalam cara yang membuat kita dan orang lain berdaya, selamanya.

                         Saya pribadi sepakat bahwa definisi kaya adalah mempunyai passive income besar daripada gaya hidup yang kita inginkan. Passive income yang kita inginkan seperti ini bisa kita capai dengan cara yang lambat, juga bisa kita capai dengan cara yang cepat. Untuk mendapatkan passive income dengan cara yang cepat, kita tidak perlu mengharapkan punya income yang besar ( massive income ) karena kalau kita mempunyai massive income, kita lebih cepat mencapai passive income. Karena itu, dalam buku ini, apabila saya bicara mengenai, "bagaimana kaya dengan cepat" berarti " bagaimana kita mendapatkan massive income". sedangkan apabila saya katakan " bagaimana kaya aman" yang saya maksudkan adalah " bagaimana kita mendapatkan passive income".

Bagaimana menjadi kaya dengan cepat dan aman adalah kebalikan dari kenapa orang yang tidak kaya yang sudah dibahas ebelumnya yaitu :


  1. memiliki keyakinan yang benar dan bulat untuk menjadi kaya.
  2. Menentukan tujuan yang jelas dan mantap.
  3. Yakin agar kita mampu mencapai tujuan.
  4. Merasa harus mencapai tujuan kita.
  5. Memiliki strategi-strategi yang terbukti membatu kita jadi kaya dengan cepat dan aman.
  6. Mengetahui dan menggunakan jalur yang alamiah dan mudah bagi kita.
  7. Membuat rencana yang realistik.
  8. Melakukan tindakan sesuai dengan rencana.
  9. Melakukan monitor dan peka.
  10. Bertanggung jawab untuk terus belajar dan bertindak.

Kita akan bahas hal diatas satu persatu....


Menganggap Tujuannya MUSTAHIL

           Sungguh memprihatinkan bahwa sangat sedikit orang yang berani menetapkan tujuan. Lebih memprihatinkan lagi kenyataan bahwa banyak diantara orang yang sedikit itu jufa merasa bahwa tujuannya MUSTAHIL. Boleh orang lain menganggap tujuannya mustahil, namun bila kita sendiri sudah mempunyai pendapat bahwa tujuan itu mustahil, hilang sudah kemungkinan untuk bisa tercapai tujuan tersebut. Ketika orang menganggap tujuannya mustahil dia tidak akan melakukan apapun untuk mengejar tujuannya. Dengan demikian itu, karena dia merasa bahwa apa yang dia lakukan tak akan mencapai tujuan, tindakannya pun akan asal-asalan. Dia akan malas-malasan, ragu-ragu, tidak serius,penuh ketidak sungguhan, tidak bertenaga, tidak fokus. Dengan demikian, sudah jelas, hasilnya pun tidak akan memuaskan. Manusia cenderung melakukan sesuatu seusai dengan keyakinannya. ketika keyakinannya adalah mustahil, tindakannya akan loyo, Bila hasilnya jelek, dia akan semakin percaya bahwa tujuannya mustahil.


Tidak Merasa Harus

Bila kita menentukan tujuan, tetapi tidak merasa harus, tidak akan ada dorongan kuat untuk mencapainya. Walaupun kita mampu untuk mencapai tujuan tersebut, kita tidak termotivasi untuk mencapainya, karena kita tidak merasakannya sebagai keharusan.


          Kalau kita tidak merasakannya sebagai suatu keharusan dari dalam diri sendiri, rintangan kecil saja susah cukup untuk menggagalkan upaya kita untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagai contoh , Walapun kita sudah menentukan tujuan bahwa mobil kita ditahun depan adalah Mercedes Benz, kalau kita tidak merasakannya sebagai keharusan, tidak mustahil bahwa setahun begitu saja berlalu dan kita tidak membeli mobil itu, walaupun kita punya cukup uang untuk membelinya.


Tidak Punya Strategi yang Terbukti Berhasil


               Walaupun kita sudah mempunyai keyakinan yang tepat, tujuan atau goal yang tepat, dan merasa harus, tetapi kalau strateginya salah, tetap saja kita tidak akan mencapai tujuan kita. Misalkan, kita sudah mempunyai tujuan yang jelas untuk melihat matahari terbit dan mempunyai alasan yang tepat, sampai-sampai kita bertahan untuk tidak tidur begitu terjaga pada jam empat pagi, tetapi bila kita berjalan dan melihat ke arah barat terus, kita akan melihat matahari terbit, kecuali bila kita terpeleset dan terbalik ke arah timur, ke arah matahari terbit.



Tidak mengetahui jalur yang  Alamiah atau Paling Mudah untuk Mencapai tujuan


           Seperti mur dan baut, kalau mur nya terlalu besar, baut yang masuk pun tidak berguna. Sedang kalau mur nya terlalu kecil, usaha sekeras apapun terasa sia-sia. memang kita bisa memaksakan baut yang terlalu kecil masuk ke dalam mur, tapi untuk itu dibutuhkan   usaha yang lebih keras dan sering kali kita tidak menikmati proses maupun hasilnya.


Tidak Punya Rencana yang Realistik


Ketika kita menentukan tujuan apa pun, tanpa rencana yang realistik kita akan kesulitan menjalankan rencana ini, dan akan kesulitan mencapai tujuan tersebut.

Tidak Melakukan Tindakan Sesuai dengan Rencana


Kesalahan berikutnya kenapa oranga tidak menjadi kaya adalah bahwa dalam prosesnya sering sekali orang tersebut tergoda untuk keluar dari action plan-nya. Rencana harus ditekuni. Rencana yang pelaksanaannya justru menjauhkan kita dari tujuan tentu harus kita ubah. Tetapi, bila kita tahu bahwa rencana aksi kita mengarah ke pencapaian tujuan, kita harus konsisten melakukan rencana itu untuk mengejar tujuan yang sudah ditetapkan.




Tidak Melakukan Monitor dan Penyelarasan


Alasan berikut kenapa kita tidak mencapai tujuan kita adalah karena kita tidak memonitor prosesnya dan tidak peka terhadap hasil, apakah mengarah ke tujuan atau tudak.

Banyak orang sudah melakukan rencananya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan tetapi tidak pernah mau memonitor dan mengukur. Ada juga orang yang melakukan pengukuran setahun sekali, atau mengkajinya setahun sekali, dan tahu-tahu mereaka sudah terlambat.



Meletakkan Tanggung Jawab Kepada Orang Lain


Tiga hal yang bisa terjadi pada seseorang, yaitu : BEJ

  • Blame
  • Excute
  • Justify

Ketika seseorang mulai blame ( menyalahkan ) orang lain, menyalahkan faktor ekonomi, menyalahkan situasi, orang tidak akan belajar dari kegagalannya, dan orang yang tidak belajar dari kegagalannya adalah orang yang gagal sesungguhnya. Kelemahan yang paling besar dari orang yang menyalahkan segala sesuatu adalah bahwa dia merasa benar dan tidak perlu bertindak lagi. ketika seseorang mulai mengajukan Excuses ( beralasan ), seperti mengatakan terlalu muda, terlalu tua, cuma lulusan SMP, tidak berbakat, saya seorang perempuan, saya laki-laki, saya cuma........, saya terlu......, saya tidak......, dan lain sebagainya, orang seperti itu tidak akan bertindak sama sekali. Dan bila tidak ada tindakan apapun, tidak ada hasil apapun.


       Justify atau pembenaran adalah upaya orang untuk menutupi kelemahan atau kemalasannya untuk berubah menjadi lebih baik dengan membenarkan keadaannya, sebagai sesuatu yang sudah sewajarnya. Misal, " Terang saja saya tak berhasil, karena saya tidak punya gelar! Dan sama sekali tak mengherankan kalau Amir selalu mendapat promosi karena dia lulusan luar negeri!" 
Ketika melihat orang lain lebih hebat daripada dirinya, orang seperti ini akan melakukan pembenaran tanpa terinspirasi untuk belajar atau menjadi lebih hebat. 
kata-kata orang seperti ini khas sekali. Mereka suka menggunakan ungkapan seperti " Terang saja.....", Tidak heran.....", Sudah tentu....",Tentu saja....".Sudah Selayaknya...", Sudah layak dan sepantasnya....", Bila melihat anak orang kaya, seseorang yang suka melakukan Justify akan mengatakan, " Tentu saja, anak orang kaya, sekolah diluar negeri, dapat modal banyak, sudah layak dan sepantasnya kalai dia......"


           Semua ungkapannya itu sebenarnya disampaikan, atau digumamkan pada dirinya sendiri, dengan maksud untuk membenarkan keadaannya. Dalam contoh diatas, kalau orang serpti itu bergumam " Tentu saja, anak orang kaya, sekolah diluar negeri, dapat modal banyak, sudah layak dan sepantasnya kalau dia...." dia secara tidak langsung juga mau menegakkan sesuatu, yaitu " Nah, saya kan bukan anak orang kaya, bukan lulusan luar negeri, tak punya modal, maka wajar saja kalau saya tidak bisa berhasil..."

Yang menyedihkan ialah bahwa apapun yang dikatakan orang yang suka BEJ ini ada kebenarannya. Memang benar kalau misalnya orang umur 19 tahun berkata, " saya baru berumur 19 tahun Kok, kan belum punya pengalaman."
Benar bahwa dia berumur 19 tahun. Benar bahwa dia belum punya pengalaman. Tapi belum tentu benar bahwa sukses itu mengandaikan pengalaman. Dalam contoh diatas, benar bahwa anak orang kaya yang sukses itu memang sekolah diluar negeri dan mendapat modal banyak.
Orang yang suka BEJ memakai kebenaran itu sebagai alsan untuk kemalasan dan keengganannya untuk berubah, sehingga kebenaran-kebenaran ini tidak ada manfaatnya. Satu-satu nya manfaat adalah hanya membuat orang tersebut jadi hancur karena tidak belajar dan bertindak untuk menjadi lebih baik.



Mudah Menyerah


Banyak orang mengalami kejadian seperti seseorang yang menggali emas. Mereka menghentikan penggalian emas tersebut 30cm sebelum cangkulnya kena emas.



Tidak Mengelola Hidup Seperti Bsinis yang Harus Untung


Setiap tahun tidak ada hasil yang bertambah dalam hidupnya. jadi hidup seprti sia-sia, tidak ada yang dihasilkan. Bila bisnis dalam sekian tahun tidak ada yang surplus, bisnis tersebut akan ditutup. Tidak bisa kita menggunakan alasan bahwa karena biaya operasional memang besar, hasil usaha hanya bisa untuk menutup biaya operasional. hasil usaha harus lebih besar daripada smua biaya. Nah, demikian juga dalam hidup. Entah sesedikit apapun hidup kita harus surplus setiap tahun.



Terpengaruh oleh Pesimisme dan Optimisme Orang Lain


Ketika kita terpengaruh oleh orang lain meskipun orang tersebut termasuk dari 5% orang yang menguasai 90% uang yang beredar , kita dalam kondisi kurang menguntungkan, karena kalau kita tidak mempunyai sistem sendiri, mungkin kita akan menang disuatu waktu, namun kita tidak tahu kenapa kita menang. hal ini akan mengakibatkan omptimisme tanpa dasar yang kuat dan akan mengakibatkan kekalahan fatal berikutnya.


Walaupun kurang menguntungkan, masih lebih baik kita terpengaruh oleh 5% orang yang menguasai 90% uang yang beredar. Celaka kita kalau kita terpengaruh optimisme dan pesimisme orang rata-rata, karena kita akan menjadi bagian dari orang rata-rata tersebut. Tidak ada kemenangan sama sekali.



Tidak Punya Mentor yang Baik

Bila dalam ini kita harus mencoba sendiri segala hal, kita akan menghabiskan waktu dan energi yang jauh lebih banyak dibandingkan bila kita bisa belajar dari orang yang sudah sukses di bidang yang kita inginkan. Dan rata-rata orang bertanya kepada 95% orang yang rata-rata, maka hasilnya juga akan rata-rata. kalau kita ingin sukses, kita harus "bertanya" kepada orang yang diatas rata-rata dan "mendengarkan" nasihat mereka, entah kepada 5% yang terbaik atau 1% yang paling baik. Dengan sengaja kata "bertanya" dan "mendengarkan" disini diberi tanda kutip. Maksudnya, bisa secara langsung maupun tidak langsung dengan mendengarkan rekaman pembicaraannya, ,membaca tulisannya, mengikuti seminarnya.







Tujuan Tidak Jelas

Alasan kedua kenapa kita tidak kaya adalah karena tidak pernah menentukan tujuan atau tujuan kita berubah, sehingga tujuan kita tidak jelas.


Adalah sangat penting bahwa kita menentukan tujuan. tanpa tujuan, gerak kita sama sekali tanpa arah. coba bayangkan anda keluar dari rumah anda, lalu memberhentikan taksi yang lewat. Begitu anda naik taksi, anda tentu akan ditanya oleh supir, "kemana ?" coba jawab dengan " Terserah!"


Ada beberapa kemungkinan. Kemungkinan pertama, supir taksinya marah, dan anda diminta turun. kemungkinan kedua, supirnya kasihan melihat anda, dan anda diantar kerumah sakit jiwa. Kemungkinan ketiga, supirnya akan bertanya "Terserah saya?", Bapak/Ibu punya uang berapa?" Andaikan saja anda mengatakan bahwa anda punya uang Rp.100.000,- maka supir taksi tadi akan berputar-putar sampai argonanya pas Rp.100.000,-lalu dia akan menghentikan taksi nya. Ada dua kemungkinan tempat berhentinya : pertama, kita dikembalikan didepan rumah kita, atau dia akan berhenti disembarang tempat, yang 98% dipastikan bahwa tempat tersebut tidak anda suka.
Nah kalau kita tidak menentukan tujuan dalam hidup ini, kita seperti naik taksi tanpa tujuan.
Waktu habis,uang habis,pikiran terbuang,tenaga terbuang,dan yang lebih parah lagi, kita tidak sampai kemana-mana, tetap ditempat atau sampai ketempat yang tidak kita suka.




Kita juga akan kesulitan mengejar tujuan kita, bila tujuan kita berubah terus. Banyak orang secara tidak sadar atau secara sadar mengganti terus targetnya sebelum tergetnya tercapai. Sebentar ingin menjadi pengacar andal, sebentar ingin menjadi bankir sukses, sebentar ingin menjadi pengusaha restoran yang laris. Kalau semua keinginan itu hanya sebentar dan susah diganti sebelum tercapai, kita akan mencapai apa yang kita inginkan.